Amankan File dari Tangan-tangan Jahil

September 25, 2008

Repot memang jika satu komputer digunakan banyak orang. Anda mungkin menyimpan file-file rahasia yang tak ingin orang lain membacanya. Bagaimana mengamankan file dan folder itu dari tangan-tangan jahil?

Jika Anda merasa repot melindunginya secara manual, program-program pelindung file/folder bisa menjadi alternatif pilihan Anda. Program-program tersebut bisa diunduh di Internet. Berikut beberapa software yang bisa Anda gunakan untuk mengamankan file dan folder Anda.

1. Folder Lock
Sistem operasi Windows memang menyediakan fasilitas penyembunyi folder. Sayangnya banyak orang yang sudah mengerti bagaimana membuatnya menjadi tak tersembunyi lagi. Folder Lock mungkin bisa menjadi alternatif pilihan.

Folder Lock merupakan software pengunci folder. Program ini muncul sekitar 2 tahun yang lalu. Fungsinya hampir sama seperti gembok. Folder Lock akan memunculkan kotak dialog untuk mengisi password setiap file yang diklik. Tak hanya mengunci, file yang dilindungi pun akan menjadi tersembunyi. Fasilitas yang ditawarkan juga beragam, mulai dari perlindungan dari virus, mengenkripsi dan mengacak data.

Aplikasi ini berukuran 1,82 MB dan dapat berjalan pada platform Windows 98/ME/NT/2000/XP. Program ini bisa diperoleh melalui situs http://www.newsoftwares.net/folderlock. Sayangnya program tersebut merupakan shareware yang tidak gratis karena Anda harus mengeluarkan kocek US$35 untuk mendapatkannya.

2. Cryptainer LE 5.0.1
Software ini akan membuatkan Anda kontainer data atau folder yang digunakan untuk menyimpan berbagai ragam data. Anda tinggal memasukkan file-file yang akan dienkripsi ke dalam folder tersebut. Tidak hanya bisa bekerja di PC (komputer), program ini juga bisa digunakan dalam media penyimpanan lain seperti USB Drive, CD ROM, Flash Disk dan lainnya.

Selain berfungsi melindungi data, software ini juga mampu melindungi e-mail. Anda bisa mendapatkan software ini secara cuma-cuma alias gratis melalui situs http://www.cypherix.co.uk/cryptainerle/. Sama seperti Folder Lock, program ini bisa berjalan pada platform Windows 98/ME/NT/2000/XP

3. MySecretFolder
Software ini memberikan opsi pada pengguna untuk memilih fitur menyembunyikan direktori atau perlindungan folder dengan password. Opsi pertama hanya menyembunyikan saja tanpa pemberian password. Opsi kedua hanya memberikan perlindungan file dengan password saja.

Aplikasi ini dapat berjalan pada platform Windows 98, ME, 2000, Server 2003 dan Windows XP. Untuk pengunduhan, dukungan dan update, dapat diakses melalui situs http://www.my-secret-folder.com/.

4. FileGhost
FileGhost merupakan salah satu tool keamanan yang bisa digunakan untuk memproteksi file atau folder. Dengan program ini, secara aman Anda bisa mengunci, menyembunyikan, menolak (deny) file reading, file writing, mencegah langkah penghapusan file (deleting), penyalinan (copying), pemindahan (moving, pengubahan nama file/folder (renaming) dan replacing.

Program perlindungan ini juga bisa diaplikasikan pada file, folder, volume hard disk, CD/DVD-ROM, flash card atau media penyimpanan lain, tanpa memperhatikan file system yang digunakan (FAT atau NTFS).

Program ini juga sangat user friendly dan mudah digunakan. Cukup dengan men-drag and drop file Anda dan mengatur pengecekan yang diinginkan, maka program perlindungan akan segera bekerja. Dengan FileGhost, Anda tidak hanya bisa melindungi data penting Anda dari orang lain, tetapi juga dari program jahat seperti virus, trojan, spyware dan program jahat lainnya.

Soal platform, program ini berjalan pada Windows 2K/XP/2K3. Sayangnya, program ini tidak gratis. Namun untuk coba-coba saja, program ini disediakan gratis.

Cara Manual

Kalau Anda malas menggunakan software, berikut beberapa cara manual yang bisa Anda coba untuk melindungi file/folder.

A. Memproteksi file Word/Excel.

Langkah-langkahnya:
1. Bukalah file Word atau Excel yang ingin Anda lindungi.
2. Pada menu toolbar, pilihlah menu Tools kemudian pilih Options dan masuk ke menu Security.
3. Setelah Anda memasuki Security, akan muncul box dimana Anda akan diminta untuk mengetikkan password untuk melindungi file.
4. Pada sebelah kanan box tadi, terdapat menu Advanced. Jika Anda menginginkan kata kunci yang diisikan terenkripsi dengan lebih kuat, pilihlah menu ini. Pada menu Advanced, terdapat pilihan enkripsi mulai dari yang paling lemah yakni “Weak Encryption”, yang bekerja dengan operasi XOR. Level ini tidak ada pilihan panjang kata kunci.

Kemudian selevel lebih tinggi terdapat enkripsi mode “Office 97/2000 Compatible” untuk standar perlindungan file. Level selanjutnya bervariasi namun tetap dengan metode enkripsi RC4. Pada level ini, Anda sudah bisa mengisikan panjang kata kunci dengan minimal 40 hingga 128 huruf. Berbagai teknik enkripsi ditawarkan, mulai dari DSS, RSA dan AES.

5. Klik OK untuk memilih tipe enkripsi dan Anda akan kembali ke tampilan awal Security.
7. Selain itu, masih terdapat box untuk mengisikan kata kunci yang akan menawarkan pada Anda untuk perlindungan modifikasi file, apakah file tersebut dapat diubah atau hanya read-only. Rekomendasi kami, isilah box ini demi keamanan yang lebih kuat.
8. Klik OK, lalu akan muncul kotak dialog yang meminta Anda untuk mengisikan kembali kata kunci untuk membuka dan memodifikasi file.
9. Anda akan kembali pada file anda. Jangan lupa untuk menyimpannnya terlebih dahulu sebelum Anda menutupnya agar pengaruh pemberian kata kunci tadi berkhasiat.

Bagaimana jika ingin menghilangkan perlindungan tadi? Caranya:
1. Buka kembali file tersebut
2. Masuk ke bagian Security dan hapus kata kunci pada box yang telah anda isikan.
3. Klik OK
4. Kembali ke file dan simpan kembali file tersebut.

B. Melalui Regedit

Cara ini memang kurang populer jika dibandingkan dengan kinerja software yang lebih mudah. Langkahnya:
1. Klik Start > Run, lalu ketikkan regedit kemudian tekan Enter.
2. Anda akan digiring ke file HKEY_CURRENT_USER. Lalu dari HKEY_CURRENT_USER pilih Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

Di window sebelah kanan akan terdapat “NoFolderOptions”. Dobel klik NoFolderOptions, Data Type: REG_DWORD. Yang ‘diakali’ disini adalah bagian datanya. Data: (0 = disabled, 1 = enabled/sembunyikan). Jika Anda meng-enable setting ini, maka menu Folder Options yang terdapat pada Start Menu – Setting akan hilang.

Bagaimana cara memunculkan folder option kembali? Berikut langkahnya:
1. Buka menu RUN
2. ketikan gpedit.msc
3. buka user configuration
4. buka administrativ temple
5. buka Windows componen
6. buka windows explorer
7. cari menu Remove the Folder Options menu item from the tools menu
8. klik 2x lalu pilih disable OK Coba buka My Computer lihat di tab Tool pasti Folder Optionsnya sudah muncul kembali.



Ngoprek Windows

September 24, 2008

Very  important!!! sebelum mengubah system registry anda sebaiknya lakukan back up pada registry anda karena bila nanti ada kesalahan sewaktu anda mengubah registry, maka kita dapat memulihkan dengan back up-annya tsb. Jangan Lakukan Perubahan Regisrtry Windows Apabila Anda Tidak Tahu Dengan Tujuannya Karena Tiap Kesalahan Akan Berakibat Fatal Pada System Windows Anda !!!!. But  Don’t affraid to try
Backup registry windows

Pada windows 98

Pilih Start, Run,lalu ketikan scanreg dan tekan enter .ketika dikatakan tiadak adanya error yang muncul, klik yes untuk mulai backup registry tsb, lalu OK. Untuk merestore(membuka Backup-an)registry tsb, pilih start, shut down, klik restart in MS-DOSmodeDan klik OK.
Pada prompt C:\windows>,ketikan scanreg /restore(“sebelum / beri space”)dan tekan  Enter.pilih satu backup dari tampilannya dan tekan enter sekali lagi.

Pada windows Me dan Xp.

1. Pilih Start, Program (all program dalam XP), accessories, system tools, system restore
Dan membawa anda pada restore wizard. Untuk membackup registry anda pilih create restore point, sedang untuk me-restore registry-nya pilih restore my computer to an earlier time.
2. Start menu,  klik run, pada box run ketik regedit, Enter. Pada menu File klik Export, pada Save in tentukan lokasi penyimpanan, File Name : tentukan nama file registry, Save as type : tetap, pada Export range : tentukan range registry apakah All ( semua registry windows akan di backup ) Selected branch ( memilih tiap – tiap key ). Sebaiknya toek newbies pilih yang all biar gampang.

Nih cara ngoprek registry toek tahap awal yang umum dilakukan

1. Percepat starting up.
–  Bila menu start anda tersa lambat maka ubahla entri di registry windows anda.
– Pilih Start, Run, ketikan regedit tekan OK. Bukalah pada HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop folder. Klik 2 kali pada MenuShowDelay,dalam box value data, ubahlah nilaii default yg 400 menjadi “1” (pada XP) dan “0” (pada win 9x) klik OK.
2. Clear swap file pada XP.
–     untuk mengclearkan swap file pada saat XP shut down, ubahlah entri pada registry-nya.
Klik Start, Run, ketikkan regedit, tekan OK.
Sorotlah HKLM\system\currentcontrolset\control\sessionmanager\memorymanagement.
Kemudian tambahkan atau set nilai DWORD ClearPageFileAtShutdown pada nilai “1”. Ini
dapat menghentikan apabila ada hacker yang mencuri data melalui file swap ini.

3. Menghilangkan tampilan Balloon Tips XP.
Jalankan registry editor, carilah sub direktori:
– HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced
– Buatlah sebuah nilai DWORD baru beri nama “EnableBalloonTips”
– Set nilainya dengan “0”(disable) dan nilai “1”(enable).

4. Percepat penutupan program yang crash.
untuk mempercepat waktu tunggu windows pada saat meng-klik End Task setelah menekan tombol CTRL-ALT-Del, ubahlah nilainya menjadi milisecond.
– set ulang atau modifikasi pada HKCU\Control Panel\Desktop dengan nilai “1000” milisecond.
– Ubah dengan nilai 1000 pada HungAppTimeOut (string) dan WaitToKillApptimeOut (string).
Tweak register untuk mempercepat shutdown.
Ketikan  regedit pada box run klik Ok, arahkan pada:
– HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
– Pada nilai “NoSaveSettings” set nilai ke “1” untuk tidak menyimpan dan nilai “0” untuk menyimpan.

5. Membersihkan registry pada XP.
– Boot-lah pada DOS prompt dan jalankan scanreg ketikan Scanreg/opt
– Ketikan Scanreg/fix untuk mencari registry yang masih digunakan tapi mengalami kerusakan


Cara Mengembalikan data yang hilang

September 24, 2008


langkah praktis & mudah – Mengembalikan File yang Hilang

Sangat disayangkan bila secara tidak sengaja,  file-file penting terhapus oleh Anda.
Beberapa file penting sering terhapus secara tidak sengaja oleh Anda. Lebih parahnya lagi, dalam penghapusan tersebut, Anda melakukannya tanpa melalui Recycle Bin. Jelas, file tersebut akan terhapus secara permanen. Anda baru merasa menyesal saat menyadari bahwa file yang dihapus sebenarnya file yang masih digunakan.

Anda bisa memanfaatkannya software Recover My Files Data Recovery untuk mengembalikan file-file yang telah terhapus tersebut. Software ini mampu melakukan recovery untuk file-file yang ter-delete, baik dari media hard drive, floppy disks, kamera digital, drive USB, ZIP disk, CompactFlash card, Smart Media, atau Sony Memory Sticks. Jenis-jenis file yang dapat direcover juga bermacam-macam mulai dari format Word, Excel, PowerPoint, Outlook, Outlook Express, Hotmail, Yahoo, Netscape, IncrediMail, database, AutoCAD, Microsoft Money, QuickBooks, Microsoft SQL, MYOB, sampai dengan file MPEG, AVI dan Mp3. Software ini juga dapat mencari file yang telah terhapus dari hard disk yang telah diformat ulang. Sebagai pelengkap, software ini juga memiliki feature CD dan DVD burning.

Pada kesempatan kali ini, CHIP menunjukkan langkah-langkah tercepat untuk mengembalikan file yang hilang tersebut. Anda dapat mengikutinya dalam enam langkah saja.

1. Persiapan awal

Pertama-tama, buka tool ini dari menu “Start | All Programs | Recover My Files”. Sebuah wizard akan menyambut Anda untuk memulai proses pencarian. Apabila Anda tidak ingin menggunakannya, Anda bisa membuang checkmark pada “Show Wizard on start up”. Kini pilih “Manual Set Option” untuk men-setting tool. Pada tab “File Types”, Anda dapat menentukan jenis file yang dicari. Pada tab “Search”, Anda dapat menentukan ukuran file yang hilang. Sementara pada tab “Advanced”, di bagian “Search level”, gunakan pilihan “Sector Level Search” untuk pencarian yang lebih dalam, lalu klik “OK”.

2. Filter file yang akan dicari

Dalam melakukan pencarian, Anda dapat membatasi pro-sesnya agar pencarian dapat berjalan cepat melalui feature “Filter”. Kliktombol “Filter” pada menu bar. Dalam jendela filter, Anda dapat mengklasifikasikan pencarian berdasarkan nama file, ukuran, tanggal file, dan kata kunci file. Anda tinggal memberikan checkmark pada pilihan yang ingin Anda gunakan. Contohnya, jika Anda ingin mencari berdasarkan nama file, Anda aktifkan pilihan “By Filename” lalu isilah nama file pada kotak yang berada di sampingnya.  Selanjutnya, klik “OK”.

3. Menentukan lokasi pencarian

Langkah ketiga ini mengajak Anda untuk memulai proses pencarian. Pilih “Start Search” untuk kembali ke wizard. Selanjutnya, klik pada pilihan “Complete Search” untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Klik “Next” untuk menuju ke jendela berikutnya. Pada jendela yang muncul, Anda dapat menentukan pilihan lokasi pencarian dengan mengaktifkan salah satu drive atau folder. Sebaiknya cara ini Anda gunakan jika mengetahui letak folder file yang terhapus tersebut. Namun, jika tidak, sebaiknya Anda aktifkan saja semuanya.

4. Memulai proses pencarian

Untuk memulai proses pencarian, lanjutkan langkah ketiga tadi dengan mengklik tombol “Next”.  Di sini, Anda dapat menambahkan format file yang akan dicari. Namun ingat, semakin banyak format file yang Anda pilih, semaikn lama pula jalannya proses pencarian. Apabila tidak ada perubahan yang Anda lakukan pada bagian ini, Anda dapat segera memulai proses pencarian file dengan mengklik “Start”. Setelah itu, Anda tinggal menunggu hasilnya. Selanjutnya, Anda dapat melihat hasilnya pada bagian “Search Result”.

5. Mengekspor list ke file

Setelah proses selesai, tool akan menampilkan hasilnya di hadapan Anda. Anda bisa melihat keterangan tentang file tersebut pada tab “Preview” dan “Event Log” di bagian bawah. Semua keterangan akan ditampilkan secara rinci, termasuk jenis recovery yang bisa dilakukan. Simpan file tersebut melalui “Save Files” pada menu bar. Setiap hasil pencarian, tool selalu membuat laporannya dan Anda dapat menyimpan laporan tersebut.  Klik “File | Export list to CSV file” untuk mengekspor laporan dalam format “.CSV”. Untuk membuka format ini Anda dapat menggunakan Excel.

6. Melakukan proses pembakaran

Apabila file yang di-recovery tergolong besar, tentu saja Anda membutuhkan media penyimpan yang memadai. Untuk kondisi seperti ini, lebih tepat jika Anda menggunakan media CD atau DVD sebagai tempat penyimpanannya. Anda dapat melakukannya melalui pilihan “Recover | Save to CD/DVD”. CD-RW ataupun DVD-RW ROM akan terdeteksi secara otomatis pada bagian “Select Device”.  Selanjutnya, klik “Start Burn” untuk memulai proses pembakaran. Cepat lambatnya proses pembakaran bergantung pada kecepatan CD yang digunakan


pc optimized1

September 23, 2008

Mematikan services windows Xp yang nggak perlu

Mungkin ini udah banyak yang ngebahas n’ ngasik tip -tips seputar windows xp, btw nggak ada salahnya kan toek sekedar ngigetin yang lupa n’ ngasik tau yg belon tau, kalian nggak butuh juga nggak pa apa …

1. Disable Error Reporting ( kamu nggak ingin kan  microsoft tahu apa yang terjadi, terutama kalau kita memakai winxp yg pirrates …:) )
Klik Start > Run > ketik services.msc > Enter, carilah services dengan nama  Error Reporting Services , klik ganda services ini dan pada bagian Services Status klik tombol Stop dan untuk menghentikan lanyanan ini ubah Startup type menjadi Disable

2. Disable automatic updates
Dengan mengupdate, mereka akan tahu apa yang kita miliki.
Catatan: Lakukan Ini Kalau Menang Xp Anda Bajakan !!!:) Saya menyarankan  “auto update” jika XP anda adalah yang legal. Jika copy anda bajakan saya menyarankan anda untuk tetap melakukan update fixed dan patches terakhir secara manual.
Klik Start > Run > ketik services.msc > Enter, carilah services dengan nama  Automatic Updates , klik ganda services ini dan pada bagian Services Status klik tombol Stop dan untuk menghentikan lanyanan ini ubah Startup type menjadi Disable

3. Windows Firewall/Internet Connection Sharing
Jika kompie kamu tidak terhubung ke Internet , services yang satu ini sebaiknya dinonaktifkan dengan jalan. Klik Start > Run > ketik services.msc > Enter, carilah services dengan nama  Windows Firewall/Internet Connection Sharing, klik ganda services ini dan klik tombol Stop dan untuk menghentikan lanyanan Windows Firewall ubah Startup type menjadi Disable

4. Disable Remote Registry……….(why would I need to edit my registry remotely ?)
Klik Start > Run > ketik services.msc > Enter, carilah services dengan nama  Remote Registry., klik ganda services ini dan klik tombol Stop dan untuk menghentikan lanyanan inii ubah Startup type menjadi Disable

5. Disable Help and Support……….( I don’t need u to help me?)
Klik Start > Run > ketik services.msc > Enter, carilah services dengan nama  Help and Support, klik ganda services ini dan klik tombol Stop dan untuk menghentikan lanyanan ini ubah Startup type menjadi Disable


pc optimized

September 23, 2008

Tips seputar Troubleshooting Windows XP

Mungkin ini berguna toek kalian jika suatu saat windows kalian ngadat alias cuek kayak bebek yang mo nelor tapi nggak bisa – bisa …

Jika  Windows kalian gagal booting, biasanya muncul laporan kesalahan seperti berikut :
1. Jika pesan yg muncul adl “Unmountable boot volume” ini terjadi krn rusaknya file boot.ini
Cara perbaikannya :
– lakukan booting dgn CD windows XP, masuk ke Recovery Console (prees R).
– Pilih partisi dimana windows berada, bila ada masukan password admin anda.
– Setelah muncul command prompt, ketik chkdsk /p tkn enter
– Setelah selesai proses rutin , ketik fixboot dan tkn Y
– Utk keluar ketik exit
2. Jika pesan yang muncul ”NTLDR missing press a key to reboot”
Cara perbaikannya :
– lakukan booting dgn CD windows XP, masuk ke Recovery Console (prees R).
– Pilih partisi dimana windows berada, bila ada mskn password admin anda.
– Setelah muncul command prompt,
ketik copy x:\i386\ntdlr c:\
Copy x:\i386\ntdetect.com c:\  (x adl lokasi CD-rom )
– Utk keluar ketik exit
3. Jika pesan yg muncul adl “NTOSKRNL.EXE missing or corrupt”
Cara perbaikannya :
– lakukan booting dgn CD windows XP, masuk ke Recovery Console (prees R).
– Pilih partisi dimana windows berada, bila ada masukan password admin anda.
– Setelah muncul command prompt, msk ke drive cd-rom, ketikan perintah cd i386
– expand ntkrnlmp.ex_ c:\windows\system32\ntoskrnl.exe
– Utk keluar ketik exit
4. Jika pesan yg muncul adl “hal.dll missing or corrupt” tjd krn keslhn konfigurasi file boot.ini
Cara perbaikannya :
– lakukan booting dgn CD windows XP, masuk ke Recovery Console (prees R).
– Pilih partisi dimana windows berada, bila ada masukan password admin anda.
– setelah muncul command prompt, ketikan perintah fixmbr dan ketik bootcfg /rebuild
– Utk keluar ketik exit
5. Jika xp selalu restart bs terjadi krn hilangnya file kernel32.dll
Cara perbaikannya :
– lakukan booting dgn CD windows XP, masuk ke Recovery Console (prees R).
– Pilih partisi dimana windows berada, bila ada masukan password admin anda.
– Setelah muncul command prompt, ketikan perintah:
–  cd system32
– ren kernel32.dll kernel32.old expand x:\i386\kernel32.dl_    (x lokasi cd-rom brd)
– Utk keluar ketik exit