Tips dan Cara Memperbaiki Windows XP Tanpa Instalasi Ulang.

November 4, 2008

Memperbaiki Instalasi ( Repair Install )
Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting,
Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan)
yang awal.  Kemudian …
·    Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.
·    Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
·    Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,
bukan yang pertama.
·    Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
·    Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R
Ini akan memulai perbaikan.
·    Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
·    Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
·    Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,
dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,
Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation
·    Ketika ditanya, klik tombol Next
·    Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.
·    Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
·    Komputer akan restart.
·    Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
·    Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
·    Selesai
Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.
NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)
Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:
·    Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
·    Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
·    Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
·    Biasanya #1
·    Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
·    Tulis: CD i386
·    Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
·    Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
·    Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
·    Selesai

HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)
Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).
·    Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
·    Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
·    Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
·    Biasanya #1
·    Tulis: bootcfg /list
Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini
·    Tulis: bootcfg /rebuild
Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
·    Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang
Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan :
“Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”
·    Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
·    Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
·    Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
·    Biasanya #1
·    Masukkan password administrator jika diperlukan.
·    Tulis: cd \windows\system32\config
·    Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
·    Tulis: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak
·    Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
·    Tulis: copy \windows\repair\system
·    Tulis: copy \windows\repair\software
·    Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)
Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:
1.    Untuk partisi tipe FAT
Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM
dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\
2.  Untuk partisi tipe NTFS
·    Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
·    Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
·    Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
·    Biasanya #1
·    Masukkan password administrator jika diperlukan.
·    Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
·    Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:
·    Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
·    Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Advertisements

Freeware hardware diagnostics tools

November 4, 2008

Salah satu aplikasi yang diperlukan ketika menginstall sistem operasi (Microsoft Windows, Linux) adalah Driver. Aplikasi/software ini berfungsi mengatur dan menghubungkan berbagai aplikasi sistem dengan hardware, sehingga kerja hardware yang tersedia menjadi optimal. Jika driver suatu hardware tidak diinstall, kemungkinan besar kinerja komputer menjadi sangat lambat. Sebagai contoh setelah menginstall Windows Xp, dan belum ada driver Video (VGA) maka untuk membuka tampilan akan tampak lambat sekali, apalagi untuk mengolah grafik. Beberapa hardware standard memang sudah disediakan dalam sistem operasi, seperti CDROM, Keyboard, Mouse, dan lainnya. Tetapi, driver untuk Chipset motherboard, Kartu Grafis (VGA), Kartu Jaringan sebagian besar harus diinstall sendiri. Untuk itu pastikan setelah menginstall Sistem Operasi, disiapkan CD Driver yang disertakan ketika membeli Motherboard.

Tetapi terkadang bagi yang memiliki komputer lama, atau driver CDnya sudah tidak ada akan kesulitan untuk menginstall driver yang diperlukan. Bisa saja mencari di Internet, tetapi apa yang akan dicari ? terkadang kita tidak tahu tipe hardwarenya. Maka salah satu tips untuk mengetahui hardware yang ada di sistem komputer kita adalah dengan software yang bisa mendeteksi jenis hardware. Salah satu software yang sangat bagus dan tersedia versi gratis adalah Everest. Dulunya software ini bernama AIDA32 yang juga masih bisa download dan cukup bagus digunakan. Everest memiliki keunggulan dibanding software sejenis, yang biasanya hanya bisa mendeteksi dari registry atau jika sudah diinstall drivernya. Everest mampu mendeteksi low-level hardware-nya, sehingga meskipun belum diinstall drivernya, kita bisa mengetahui jenis/tipe hardware yang terpasang.

Selain kemampuan mendeteksi harware berdasarkan informasi low-level hardware, tools ini memiliki berbagai fasilitas hebat lainnya, seperti :

·    Informasi DirectX termasuk fasilitas Direct3D acceleration
·    Diagnostics module untuk mempermudah troubleshooting
·    Memory benchmarking
·    Web links: IT portals, software dan driver download
·    Manufacturer links: product information, driver dan BIOS download
·    Hardware information database lebih dari 38000
·    Informasi Overclock
·    Tidak memerlukan installasi, sehingga bersifat portable.

Melihat fasilitas yang disediakan tersebut, maka software ini sangat bermanfaat, terutama bagi yang sering memperbaiki PC/hardware komputer, bagi yang ingin mengetahui dan mengupdate driver komputer yang dimiliki, maupun sebagai software utilities yang suatu saat mungkin sangat diperlukan.

Untuk Download Everest bisa dibuka disini :
·    http://www.softpedia.com/progDownload/Everest-Home-Edition-Download-16369.html

Untuk Download AIDA32 ( versi lama Everest ) bisa dibuka disini :
·    http://majorgeeks.com/download181.html
·    http://www.softpedia.com/progDownload/AIDA-Download-6969.html


Tips mengatasi booting/loading komputer yang lambat

November 2, 2008

Dengan spesifikasi komputer standard saat ini, untuk menampilkan windows [Xp] secara penuh seharusnya kurang dari satu menit atau sekitar itu. Tetapi jika tampilnya lebih dari 2 menit atau berhenti lama sebelum desktop (icon, start menu dan lainnya ) tampil penuh, kemungkinan ada yang bermasalah windows-nya.
Ada beberap hal yang bisa kita cek untuk mengetahui permasalahan ini. Hal mendasar yang harus diperiksa adalah program apa saja yang berjalan ketika windows tampil. Untuk mengetahuinya bisa di periksa dengan tools seperti Autoruns. Lihat di Tab Logon terutama bagian HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run sampai kebawah.

Daftar yang ada merupakan program yang akan selalu dijalankan bersamaan dengan windows. Jika ada program yang tidak dikenal, mencurigakan atau aneh, hilangkan tanda check disampingnya, yang berarti program tersebut tidak akan dijalankan ketika windows start. Atau program yang hanya meminta Update atau aplikasi lainnya yang tidak begitu penting, hilangkan saja tanda checknya ( baca juga inidan ini )
Setelah selesai, kemudian Restart Komputer, dan periksa apakah loading masih juga lambat. Jika masih lambat maka perlu dicek Sistem-nya dengan langkah sebagai berikut :
·    Buka Event Viewer (Control Panel > Administrative Tools > Event Viewer)
·    Setelah tampil, dari daftar di sebelah kiri dibagian Even Viewer (Lokal) pilih System, akan ditampilkan keterangannya/pesan disebelah kanan (Informations, Error dan warning)

·    Hapus pesan yang ada, dengan cara memilih menu Action > Clear All Events. Ketika muncul konfirmasi akan disimpan, klik saja yes untuk menyimpan semua pesan tersebut. Setelah daftarnya kosong, Restart Komputer
·    Ketika loading biarkan sampai windows tampil penuh, setelah selesai, periksa kembali Event Viewer bagian System (seperti diatas)
·    Coba diamati, terutama bagian Error atau Warning. Periksa kolom waktuya (Time), jika selisih waktu antara pesan tersebut dengan pesan d atasnya cukup jauh (mungkin lebih dari 1 atau 2 menit), maka kemungkinan permasalahannya disitu. Double klik untuk mengetahui permasalahannya
Jika kita bisa memahami permasalahan/deskripsinya maka coba langsung diatasi. Tetapi mungkin sebagian akan kesulitan membaca pesan tersebut, apalagi ada informasi yang sama sekali aneh. Jika seperti itu, catat atau perhatikan pesan yang ada, kemudian kita tanya ke ahlinya (perlu koneksi ke Internet) yaitu dengan membuka alamat ini : http://go.microsoft.com/fwlink/events.asp
Bagaimana Selanjutnya ?
Setelah membuka link tersebut, tampil seperti berikut.

Coba gunakan pencarian yang diatas, jika tidak brehasil gunakan pencarian bagian bawah. Bisa dimasukkan kode event ID atau sebagian isi dari Description. Seharusnya akan ditampilkan artikel atau pembahasan mengenai permasalahan yang ada


Tips mendeteksi keberadaan Virus

November 2, 2008

Tips ini mungkin bermanfaat, terutama disaat komputer kita atau teman kita kok tiba-tiba “aneh”. Ada beberapa indikasi yang mungkin bisa dijadikan dasar untuk memperkirakan apakah komputer kita terinfeksi virus ( Untuk Sistem Operasi Windows ), diantaranya :
·    Komputer mulai berjalan sangat lambat, ini juga bisa terjadi karena banyaknya program yang kita install dan berjalan di background
·    Munculnya file-file aneh di folder tertentu. Misalnya file yang bernama sama dengan file dokumen atau nama folder
·    Komputer sering restart atau mati sendiri sewaktu-waktu atau kita membuka program khusus seperti Task Manager, anti virus dan lainnya
·    Adanya logo tertentu jika kita klik kanan My Computer > Properties
·    Hilangnya beberapa opsi di komputer atau program tidak bisa berjalan, seperti tidak bisa membuka Folder Options atau menunya hilang, tidak bisa menjalankan Registry Editor, Membuka kotak Run, Command Prompt dan lainnya
·    Program Anti virus dan sejenisnya tidak bisa berjalan
·    Terkadang muncul pesan-pesan aneh seperti puisi dan sejenisnya

Jika komputer anda mengalami beberapa indikasi diatas, berikut tips untuk mencari lokasi virus yang kemungkinan menyerang komputer kita.

Sebelumnya ada tools/program yang diperlukan, yaitu Autoruns yang merupakan merupakan bagian dari tools SysinternalsSuit Selengkapnya juga bisa dilihat disini atau bisa juga dibaca Artikel ini, tentang cara memperolehnya.

Untuk melakukan pengecekan, pertama-tama silahkan dibuka program Autoruns
, kemudian pilih tab Logon. Daftar yang ditampilkan merupakan file-file atau program yang berjalan bersama Windows ketika kita mengaktifkan komputer. Jika ada file-file yang aneh atau tidak penting maka bisa di non aktifkan, dengan menghilangkan tanda check. Tetapi hati-hati, jangan salah menonaktifkan program, karena bisa berakibat Windows tidak berhasil hidup. Berikut beberapa daftar yang merupakan program atau aplikasi yang dimiliki Windows dan sebaiknya tetap dibiarkan, jangan dihilangkan tanda checknya :
·    rdpclip, merupakan aplikasi utama yang menangani masalah Copy File. Menyediakan fungsi bagi Terminal Services server yang mengijinkan copy dan paste antara server dan client. Program is important penting untuk kestabilan dan keamanan komputer, jadi biarkan saja
·    userinit, merupakan kunci proses di sistem operasi Windows. Pada proses boot-up aplikasi ini mengatur urutan start up yang diperlukan, seperti Koneksi jaringan, dan Windows Shell. Program ini sangat penting, jangan dimatikan
·    explorer, merupakan program manager atau Windows Explorer. Aplikasi ini mengatur Tampilan Windows, Start Menu, taskbar, DEsktop dan File Manager. Jika dimatikan maka tampilan/antarmuka windows tidak akan muncul.
·    ctfmon, merupakan proses aplikasi yang dimiliki Microsoft Office, mengatur masalah Alternative User Input Text Input Processor (TIP) dan Microsoft Office XP Language Bar. Program ini tidak harus jalan, tetapi sebaiknya tidak dimatikan.

Ketiga file pertama merupakan aplikasi yang biasanya senantiasa ada di sistem operasi windows ( kecuali windows 9x / ME, yang mungkin hanya userinit dan explorer), dan seharusnya dibiarkan saja, sedang aplikasi keempat muncul jika terdapat aplikasi Microsoft Office di sistem. Dan penting diperhatikan bahwa dua aplikasi pertama diatas ( rdpclip dan userinit ) lokasinya ( kolom Image Path ) ada di C:\Windows\sistem32, aplikasi explorer ada di folder C:\Windows, sedang ctfmon ada di folder C:\Windows\sistem32, dengan asumsi kita install Sistem operasi di Drive C:. Selain keempat file diatas, bisa dicermati lokasi filenya dikolom Image Path, Apakah file tersebut merupakan anti virus, anti spyware, Sound manager, tools untuk printer dan sebagainya. Jika ada aplikasi yang lokasinya di tempat aneh atau di windows system, tetapi kita tidak mengenalinya atau tidak pernah menginstall aplikasi tersebut, bisa jadi merupakan virus.

Ada beberapa hal ketika kita mencermati daftar yang ada dalam Autoruns tersebut. Terkadang virus, Trojan, Malware dan sejenisnya akan menggunakan nama yang sama atau mirip dengan aplikasi yang dimiliki windows seperti explorer, expiorer, exploler, spooler dan sebagainya, maka perlu dicermati nama dan lokasinya. Misalnya ada nama explorer tetapi lokasinya bukan di C:\Windows, maka bisa jadi adalah virus. Selain itu, jika kita hilangkan tanda check program atau aplikasi tertentu kemudian setelah beberapa waktu di refresh kembali lagi atau muncul lagi, maka kemungkinan besar aplikasi tersebut merupakan salah satu virus.


Akses ke NTFS dari LinuxOS

October 20, 2008

Akses ke NTFS dari LinuxOS

Menurut survey masih banyak pengguna Linux yang di kompinya menggunakan dual OS antara Linux dan Windows XP. Kadang alasannya begitu sepele karena di game2 Windows tidak semua bisa dijalankan di Linux (padahal alasan ini dari saya ). Tetapi masalah yang sering kali muncul ketika menggunakan Linux, partisi Windows XP yang memakai file sistem NTFS tidak dapat dibaca atau bahkan untuk menyimpan file. Biasanya beberapa sistem Linux menyediakan satu paket bernama ntfsprogs yang sudah terbundel dalam source. Sayangnya paket ini hanya memiliki akses untuk membaca saja. Agar dapat digunakan selayaknya file sistem yang bisa read/write, maka Linuxers dapat menggunakan paket ntfs-3g sebagai alternatif solusi.

Installasi paket

# tar xfvz ntfs-3g.20070714-BETA.tgz

# cd ntfs-3g.20070714-BETA

# ./configure

# make && make install

Trouble shooting

Kalau ada pesan error waktu penginstallan, cek lagi paket fuse, fuse-libs, fuse-devel dan kernel-devel terinstallasi dengan baik di kompi ente.

Jalankan program

Perintah melakukan mounting ke NTFS:

# ntfst-3g [partisi NTFS yang ingin diakses] [mount point]

Contoh:

# ntfst-3g /dev/hda1 /mnt/windows

–>> Dengan catatan direktori /mnt/windows sudah dibuat

Perintah untuk user biasa (bukan root)

# ntfs-3g /dev/hda1 /mnt/windows –o silent, umask=0, locale=hu_HU.utf8

Kalau ingin memount secara otomatis ketika boot.

Perintahnya:

ntfs-3g /dev/hda1 /mnt/windows –o silent, umask=0, locale=hu_HU.utf8 0 0

–>> Masukin script ini di /etc/fstab

Sekarang Linuxers bisa mengakses partisi WindowsXP-nya (NTFS) dengan hak akses read/write. Semoga bermanfaat.


Belajar Linux Ubuntu

October 20, 2008

OpenOffice di Ubuntu »

Install Linux Ubuntu

Mengambil momentum 17-an, saya mencoba memerdekakan kebutuhan saya akan komputer dengan mencoba melakukan instalasi Linux Ubuntu pada sistem komputer saya. Pada mulanya saya memikirkan untuk untuk melakukan dual boot pada komputer yang akan saya instal Linux, tapi berhubung MBR harddisk saya menunjukkan gejala yang tidak beres yang saya simpulkan karena pada saat booting tidak mendeteksi “Jendela” yang terpasang di komputer, maka saya memberanikan diri dengan melakukan instalasi satu sistem operasi Linux saja.

Alasan saya memilih distro Ubuntu karena distro inilah yang datang di depan pintu rumah saya tanpa saya harus beranjak pergi dan dengan hanya membayar Rp. 3000 pada pak pos. Versi Ubuntu yang saya pakai adalah versi 7.04 dengan jejuluk Feisty Fawn. Saya juga baru tahu hari ini kalo penamaan versi di Ubuntu menggunakan tahun dan bulan release 7.04 berarti direlease tahun 2007 pada bulan April, dan karena release Ubuntu menurut info terjadi setiap semester, maka vesi terbaru yaitu 7.10 akan release pada bulan Oktober.

Alasan lain kenapa saya memilih Ubuntu karena saya kurang familiar dengan Linux dan perintah-perintah untuk menjalankannya. Banyak orang ngomong tentang Ubuntu dan banyak sticker Ubuntu nempel dimana-mana yang kemudian membuat saya cukup yakin memilih Ubuntu karena kalo saya mengalami kesulitan maka akan lebih mudah bagi saya untuk “njawil” orang-orang yang pasang stiker Ubuntu tersebut

Instalasi berjalan dengan cukup mudah, maaf kalo saya tidak menyertakan screenshot instalasi karena saya sama sekali tidak mengerti bagaimana membuat screenshot sewaktu melakukan instalasi Ubuntu. Yang saya ingat instalasi terdiri dari 7 tahapan yang dapat pula dilihat di sini yang menurut saya cukup mudah dipahami oleh orang yang belum pernah instal sistem operasi sebelumnya, kecuali waktu tahap partisi harddisk karena perlu hati-hati dalam memutuskan agar data tidak hangus.

Tapi setelah Ubuntu terinstal, maka untuk mendapatkan screenshot cukup dengan menekan tombol printscreen di keyboard dan kemudian disimpan. Format penyimpanan gambar yang digunakan secara default oleh Ubuntu adalah PNG.

Berikut tampilan desktop Ubuntu yang berhasil saya install. Kalau dilihat dan dirasakan dengan sentuhan mouse kesan pertama yang saya dapatkan adalah Linux tidak jauh berbeda dengan Jendela. Saya tidak tahu kalau ini hanya kesan pertama saja dan selanjutnya terserah anda berbeda

Sedikit manjelajah, berikut tampilan File Browser direktori milik user. Kalo boleh dianalogikan, File Browser ini seperti Windows Explorer dan direktori user ini seperti My Documents dimana didalamnya terdapat ikon-ikon yang dapat dijalankan dengan cara double click atau klik dua kali. Klik kanan serta ritual copy – paste ala Jendela juga dapat ditemui di Ubuntu.

Melanjutkan penjelajahan, berikut adalah File System yang mempunyai folder-folder dengan nama-nama yang aneh

Kalo dilihat-lihat, ini seperti folder Windows di Jendela dimana tersimpan file-file untuk menjalankan Ubuntu. Karena saya belum begitu paham, maka saya tidak dapat menceritakan lebih banyak. Mungkin nanti kalo saya sudah semakin tahu saya bisa bercerita tentang fungsi dan guna dari folder-folder di File System

Karena saya belum tahu bagaimana melakukan koneksi internet di Ubuntu untuk kemudian posting tulisan ini, saya coba-coba colokkan flashdisk ke port usb di belakang CPU dengan harapan dapat terbaca seperti yang terjadi di Jendela dan eng ing eng… ternyata bisa terbaca

Karena keterbatasan pengetahuan tentang koneksi internet tersebut, maka saya salin screenshot ke dalam flashdisk dan kemudian nulis postingan ini di Jendela

Sekian dulu dari saya. Saya mau mencoba menjelajah Ubuntu lagi dan besok kita bahas tentang Office di Linux Ubuntu.


October 20, 2008

Koneksi Internet dengan CDMA Handphone

Teknologi internet tidak saja merambah pada kecepatan, tetapi mulai di sajikan pada teknologi handphone. Pada artikel kali ini dibahas sedikit mengenai kecepatan koneksi dengan CDMA dan kemudahan menginstall handphone menjadi sebuah modem PC.

Koneksi CDMA pada saat ini dapat mencapai 230Kbps untuk koneksi dan kecepatan download 15KB/s (153Kbps). Untuk perbandingan, kecepatan CDMA telah mencapai 3X sistem koneksi dial-up dan sudah separuh dari sistem koneksi cable modem. Memang belum cepat, tetapi cukup lumayan bila anda memiliki area yang tidak terjangkau oleh cable modem atau ADSL modem. Solusi ini setidaknya dapat menyajikan sebuah koneksi internet dimana saja dan kapan saja yang cukup mengunakan handphone untuk dijadikan sebuah modem bersama sebuah PC.

Tahapan untuk menginstall dengan Handphone CDMA :

  1. Persiapan untuk membuat Com Port, komunikasi modem dilakukan melalui Com Port dan digunakan cable data untuk difungsikan sebagai Com Port. Caranya dengan merubah fungsi dari USB Cable data menjadi sebuah COM pada PC
  2. Mengenal Handphone sebagai Modem. Setting driver dari install driver setelah dibukanya Com Port maka software WinXP dapat mengenal Handphone sebagai Modem
  3. Proses untuk koneksi Network pada Windows XP, setelah COM port dan Modem selesai di Install, proses terakhir adalah memasukan fungsi koneksi dari Modem sebagai koneksi ke Internet.

Perlengkapan untuk koneksi Internet dengan Handphone CDMA

Untuk perlengkapan, pada percobaan ini digunakan:

  • Prolific GW-DKU-001- Compatible Cable data DKU5 Nokia
  • Nokia CDMA 6585
  • Starone CDMA Prepaid

Untuk perlengkapan PC:

  • Pentium P4 2.4C @ 3.3Ghz
  • Corsair memory 1GB TwinX PC320
  • Asus P4C800-D
  • Gigabyte Radeon 9800 Pro
  • Seagate 120GB SATA Harddisk
  • USB port internet ICH5
  • Flatron L1710B LCD monitor
  • Zalman ZM-400B APS

Fungsi Cable data selain menjadi simulasi Com Port, juga difungsikan sebagai fungsi tranfer data dari handphone ke PC. Sedangkan modem difungsikan sebagai modem pada koneksi internet dari PC. Pada gambar dibawah ini adalah cara pemasangan Cable Data pada bagian bawah handphone dan dihubungkan pada USB port.

Tahap pertama : menginstalll COM port dari Prolific data cable

Seperti pada PC, bila sebuah perangkat modem akan melalui port atau USB port. Untuk sistem CDMA melalui cable data juga perlu diaktifkan Com port yang ditanamkan pada USB Cable Data.

Tahap awal dibawah ini adalah cara menginstall driver USB yang disimulasikan sebagai Com port untuk menghubungkan koneksi PC ke Handphone.

Kami mengunakan Cable Data Prolific , lebih mudah menginstall dibandingkan original Cable Data dari DKU-5 yang memerlukan driver ukuranbesar. Anda cukup memasangkan Cable Data Prolific dan Windows akan meminta driver USB port untuk mengenal Cable Data Prolific seperti pada gambar dibawah ini.

Setelah memasukan CD dan menginstall, maka akan tampil Com port baru pada Device manager. Artinya installasi dari driver Com port Prolific sudah aktif dan siap digunakan untuk menghubungkan handphone ke USB port.

Pada tahap ini anda telah selesai membuat Com port baru melalui Cable Data yang nantinya Com Port akan digunakan sebagai penghubung dari Handphone sebagai modem dan Com port untuk koneksi antara PC dan Modem / Handphone. Cable data merubah fungsi USB port menjadi Com Port pada sistem operasi

Tahap kedua : Menginstall Modem untuk Handphone melalui Cable Data

Selanjutnya memberikan pengenalan untuk pemakaian Com port bagi modem, click Phone and modem pada control panel

Maka akan tampil pilihan seperti pada gambar dibawah ini

Masuk ke bagian modem. Pada gambar dibawah terdapat sebuah modem dengan chip-set untuk dial-up dan tidak ada hubunganya dengan artikel ini. Untuk penambahan modem yang difungsikan pada Handphone, anda cukup memilih ADD dan jangan lupa click untuk Don’t Detect My modem. Karena modem harus di install driver secara manual

Masuk kebagian pencarian nama modem, click bagian Have Disk untuk menginstall driver modem baru pada Handphone

Selanjutnya masukan driver handphone anda, sistem driver ini tidak standard. Dan anda dapat mendownload driver dari masing masing produk handphone yang anda gunakan

Bila anda mengunakan Nokia, maka akan ditampilkan 3 pilihan. Untuk koneksi Internet anda cukup mengclick bagian 3G sebagai driver modem CDMA anda

Selanjutnya memberikan port untuk modem anda yang telah di Install, pada gambar dibawah ini memperlihatkan pilihan Port 6 untuk Prolific cable data yang akan dikenal oleh System operasi Windows untuk mengaktifkan Com 6 bagi modem Handphone

Selesai proses ini anda telah memiliki 2 modem, pertama modem dial up dari Lucent dan kedua modem Nokia melalui Handphone dan Com port dari koneksi Cable Data

Pada tahap ini anda telah selesai menginstall Com port dari sistem operasi Windows dan mengenal modem anda untuk digunakan sebagai koneksi ke handphone.

Tahap ketiga : Menginstal koneksi Internet untuk Window untuk CDMA modem

Seperti anda mengunakan modem dial up atau ethernet broadband, masing masing hubungan network juga diperlukan jenis koneksi dan jenis yang anda butuhkan

Untuk koneksi ke Internet, cukup mengunakan Wizard dari Windows XP. Anda masuk kebagian Control Panel dan click Network Connection

Anda cukup mengclick bagian Create New Connection pada sub menu Network Connection

Selanjutnya akan muncul Wizard Connection, dan click Next

Pilih koneksi langsung ke Internet

Dan masukan setup untuk koneksi manual

Pilih dial-up, karena mengunakan sistem Handphone seperti telepon dan anda perlu melakukan dial nomor manual untuk koneksi melalui handphone CDMA

Pilih modem yang telah anda install seperti gambar dibawah ini untuk hubungan internet melalui Handphone CDMA

Masukan nama koneksi, misalnya Starone CDMA seperti pada gambar dibawah ini

Masukan nomor untuk hubungan internet ke Provider, untuk Starone mengunakan nomor 777

Proses hampir berakhir, masukan nama login dari Provider, pada Starone diminta untuk nama login : starone dan password : indosat. Masing masing login dan password berbeda pada setiap provider

Selesai pada tahap untuk membuat icon modem pada Dekstop Windows dan modem handphone anda siap dihubungkan ke internet provider

Untuk melalukan koneksi anda cukup mengclick koneksi yang telah anda buat seperti mengunakan koneksi dial-up

Bila setting seluruhnya benar, maka koneksi anda akan terhubung langsung ke provider CDMA. Pada gambar bawah terlihat kecepatan koneksi 230Kbps.

Tahap keempat : Informasi kecepatan koneksi dengan teknologi CDMA

Untuk kecepatan , koneksi internet melalui CDMA akan mencapai 230Kbps atau sekitar lebih dari 15KB/s. Dan kecepatan ini setara dengan kecepatan 3X dari koneksi dial up atau hampir sepertiga kecepatan koneksi cable modem. Pada gambar bawah capture ketika handphone sedang dihubungkan ke provider. Pada test melalukan download, kecepatan mencapai 12-15KB/s lebih, tentunya kecepatan ini tergantung dimana anda membuka sebuah website dan lokasi server. Kelemahan pada internet melalui handphone CDMA masih memiliki kelemahan, dimana kecepatan upload lebih kecil dibandingkan kecepatan download

Untuk ping delay, koneksi sistem CDMA yang diuji cukup cepat dan tidak banyak berbeda dengan koneksi melalui Dial-up telepon biasa.

Dibawah ini adalah hasil koneksi dan kestabilan ketika mendownload mengunakan Handphone CDMA melalui sistem operasi Windows XP

Result : Kemajuan teknologi Internet untuk koneksi CDMA

Setidaknya, kemampuan koneksi yang lebih cepat dan dapat digunakan secara mobile akan memudahkan pemakai Internet di Indonesia. Bila dikatakan teknologi CDMA untuk koneksi Internet untuk kegiatan umum seperti browsing, email tentunya sudah memadai, tetapi dikatakan cepat mungkin belum cukup. Adanya teknologi ini akan lebih menghemat biaya, khususnya penawaran tarif flat untuk koneksi bulanan yang lebih murah dibandingkan mengunakan sistem Dial-up konvensional dengan tarif selangit serta lebih lambat bahkan sangat buruk pada suatu area tertentu.

Tetapi mengunakan handphone CDMA untuk koneksi Internet tidak lepas dari kendala lain walaupun tidak terlalu signifikan, kekuatan koneksi internet tidak lagi tergantung pada baik buruk nya jaringan, melainkan baik tidaknya cuaca serta kekuatan baterai handphone anda.

Note: Koneksi internet dengan CDMA memerlukan informasi setup dari masing masing provider serta jenis produk dan driver. Artikel ini sedikitnya dapat menjelaskan bahwa koneksi CDMA menjadi solusi baru dengan kecepatan lebih baik dibandingkan Dial-up, dan kemudahan mengunakan koneksi melalui CDMA untuk Internet.

Sebelum mengunakan CDMA untuk koneksi internet, sebaiknya melakukan evaluasi dimana anda berada. Dan periksa kekuatan signal dari BTS provider. Teknologi CDMA memiliki 3 pilihan yaitu signal Digital, Analog dan 1X. Untuk internet dibutuhkan koneksi 1X dan akan terlihat pada display handphone anda

Sistem koneksi internet via handphone juga dapat dilakukan dengan OS Win98. Dengan persyaratan, koneksi cable data harus memiliki driver bagi Win98 agar mendapat COM port untuk penghubung ke Handphone. Dan intall modem handphone sama seperti melakukan install modem dialup. Kecepatan 15KB/s tidak dipengaruhi oleh jenis versi USB 1.1 pada Windows 98

Kemampuan Handphone memiliki kemampuan terbatas karena mengunakan sistem transmisi, dan kemungkinan kerusakan terjadi pada Handphone dapat terjadi bila dipakai secara berlebihan.

Untuk Nokia 6585, dari laporan pemakai hanya mampu bertahan antara 1-2 jam. Dan informasi lain untuk kekuatan handphone terbaik dipegang oleh Modotel dengan kemampuan transmit 3-4 jam dan ketahanan kestabilan koneksi

Thank to Andi, penyedia Cable data dan penasihat Handset

Thank to Indra : untuk Starone card